Monday, May 7, 2007

Diabetes Melitus (Kencing Manis)


Diabetes Melitus atau pada bahasa awam dikenal dengan nama kencing manis adalah suatu keadaan dimana terjadi peningkatan kadar gula darah puasa lebih dari 126 mg/dl dan atau gula darah 2 jam setelah makan lebih dari 200 mg/dl.

Gejala yang khas pada diabetes mellitus ini adalah banyak makan atau mudah lapar (polifagi), banyak kencing (poliuri), banyak minum atau mudah haus (polidipsi), sehingga kumpulan gejala ini sering disebut dengan nama 3P yakni polifagi, polidipsi dan poliuri. Gejala lain yang sering pula ditemui pada kencing manis adalah penurunan berat badan yang mencolok dalam waktu relatif singkat, rasa tidak bertenaga atau lemas, kesemutan, pada pria terjadi impotensi dan pada wanita sering terjadi keputihan.

Kelompok masyarakat yang beresiko tinggi untuk mendapat penyakit ini adalah usia diatas 40 tahun, riwayat keluarga ada yang menderita kencing manis, kolesterol yang tinggi (dislipidemia), berat badan yang tinggi (overweight), pada wanita waktu hamil gula darah meningkat serta melahirkan anak yang besar.

Kondisi gula darah yang tinggi ini akan menetap dalam pengertian terus menerus meninggi dalam darah bila tidak diberikan pengobatan.

Pengobatan kencing manis ini meliputi, pengaturan makan yang sesuai dengan takaran kalori penderita, kegiatan olah raga, obat – obatan dan penyuluhan atau control gula darah secara konsisten.

Komplikasi dari kencing manis akan terjadi bila kadar gula darah tidak terkontrol dengan baik. Organ yang dapat menjadi target dari komplikasi kencing manis ini adalah otak, mata, jantung, paru, liver, ginjal dan pembuluh darah tungkai.

0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

Links to this post:

Create a Link

<< Home